October 1, 2012

SAP Kesehatan Menopause


SATUAN ACARA PENYULUHAN KESEHATAN
MENOPAUSE

1.    Identifikasi masalah kesehatan
Kurangnya pengetahuan masalah kesehatan keluarga tentang menopause
2.    Prioritas Masalah Edukatif
Kurangnya pengetahuan masalah kesehatan keluarga tentang menopause
3.    Diagnosa Edukatif
Kurangnya pengetahuan masalah kesehatan keluarga tentang menopause berhubungan dengan kurang terpaparnya informasi
4.    Sasaran
Keluarga Tn M
5.    Waktu Pelaksanaan
Pendidikan kesehatan akan dilaksanakan pada :
Hari        : Minggu
Tanggal  : 15 Juni 2008
Jam        : 14.00 – 15.00 WIB
Tempat   : Rumah Tn. M
6.    Tujuan Pendidikan Kesehatan
a.    Tujuan Umum
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan 1 x 30 menit, diharapkan keluarga mampu mengerti dan memahami tentang menopause   
b.    Tujuan Khusus
Setelah mendapatkan pendidikan kesehatan 1 x 30 menit, keluarga Tn. M mampu :
a)    Pengertian menopause
b)    Perubahan-perubahan pada  menopause
c)    Faktor yang mempengaruhi menopause
d)    Proses terjadinya menopause
e)    Perubahan dan tips untuk menyiasati masa menopause
7.    Materi Pembelajaran
a.    Pengertian menopause
b.    Perubahan-perubahan pada  menopause
c.    Faktor yang mempengaruhi menopause
d.    Proses terjadinya menopause
e.    Perubahan dan tips untuk menyiasati masa menopause

8.    Metode belajar
a.    Ceramah
b.    Diskusi
9.    Media
Leaflet berisi materi pembelajaran
10.    Strategi Belajar
a.    Mengadakan kontrak dengan sasaran (keluarga Tn. M)
b.    Menyiapkan lingkungan belajar yang kondusif
c.    Melaksanakan Health Education :
1.    Memulai acara
2.    Menyampaikan materi
3.    Melakukan Tanya jawab
4.    Evaluasi
5.    Menutup Kegiatan
11.    Evaluasi
Evaluasi belajar yang ditujukan kepada keluarga Tn. M akan dilaksanakan pada akhir proses pembelajaran. Cara evaluasi akan dilaksanakan dengan pertanyaan lisan, antara lain :
a.    Jelaskan pengertian menopause
b.    Sebutkan erubahan-perubahan pada  menopause
c.    Sebutkan faktor yang mempengaruhi menopause
d.    Jelaskan proses terjadinya menopause
e.    Jelaskan perubahan dan tips untuk menyiasati masa menopause












MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN
TENTANG MENOPAUSE

1.    Pengertian  Menopause
a.    Ketika menstruasi menurun pada wanita, menjadi puncak dari semua periode kehidupan  ketika organ – organ  reproduksi menjadi  tidak aktif ( Hamilton, 1995: 68 ).
b.    Menopause adalah berhentinya proses ovulasi, suatu proses pelepasan sel telur dari indung telur, secara permanen setelah aktivitas ovarium atau indung telur menghilang. Singkatnya, menopause adalah haid terakhir. Menurut Manuaba ( 1999: 190 ) ada 3 fase menopause yaitu:
Fase menopause
a.    Fase pra menopause ( klimakterium ) yaitu fase dimana seorang wanita akan mengalami kekacauan pola menstruasi, terjadi perubahan psikologis / kejiwaan dan terjadi perubahan fisik. Berlangsung selama antara 4 – 5 tahun. Terjadi pada usia 48 – 55 tahun.
b.    Fase menopause yaitu fase dimana menstruasi terhenti secara total. Perubahan dan keluhan psikologis dan fisik makin menonjol. Berlangsung sekitar 3 – 4 tahun pada usia antara 56 – 60 tahun.
c.    Fase pasca menopause ( senium ) yaitu fase dimana wanita mulai beradaptasi terhadap perubahan psikologis dan fisik, keluhan makin berkurang dan terjadi pada usia di atas 60 - 65 tahun.
2.    Perubahan pada menopause
a.    Perubahan Fisik
Ada 2 gejala menopause yang khas yaitu: Hot flushes yaitu rasa panas yang disertai warna kulit yang kemerahan terutama pada bagian tubuh sebelah atas. Perspiration adalah keluarnya keringat yang sangat banyak, dikatakan seperti orang yang baru kehujanan terjadi pada malam hari, sering bersamaan dengan hot flushes.
Perubahan – perubahan pada organ – organ tubuh wanita sebagai berikut:
1)    Alat kelamin luar: atrofi dan gatal – gatal.
2)    Vagina: sakit pada waktu senggama (dyspareunia), keputihan bercampur darah dan vaginistis.
3)    Kandung seni: sering kencing dan ngompol.
4)    Rahim dan otot dasar panggul: prolaps.
5)    Kulit dan selaput lendir: mengeriput, kering atau gatal, mudah luka, rambut kering mudah rontok, mulut dan mata kering.
6)    Payudara: mengecil, lembek dan menggantung.
7)    Tulang: keropos ( osteoporosis ), nyeri punggung.
8)    Sistem pembuluh darah: penumpukan lemak di dalam pembuluh darah ( artherosklerosis ).
b.    Perubahan Psikologis
Banyak gejala psikologis telah dihubungkan dengan menopause termasuk depresi, kecemasan, kelelahan, labilitas emosional, mudah marah ( iritabilitas ) dan insomnia. ( Happy, 1998: 17 ).
Gejala perubahan psikologi pada wanita menopause pada umumnya adalah: rasa hati murung, hilang minat dan rasa senang, penurunan konsentrasi pikiran dan perhatian, pengurangan rasa harga diri dan percaya, pikiran perihal dosa dan diri tidak berguna, pandangan suram dan pesimistik terhadap masa depan, gagasan atau tindakan mencederai diri / bunuh diri.
c.    Perubahan Seksual
Perubahan seksual yang terjadi pada wanita menopause adalah: gangguan libido atau gangguan hasrat seksual, rangsang seksual yang terganggu pada wanita, orgasme yang terhambat, dyspareunia, vaginismus.
d.    Perubahan Sosial
1)    Klimakterium merupakan masa yang tidak dikehendaki oleh wanita karena dengan berhentinya proses menstruasi, wanita menopause menganggap telah kehilangan identitas kewanitaannya.
2)    Wanita menopause menganggap dirinya sebagai beban bagi keluarga.
3)    Wanita yang beraktifitas tinggi dalam lingkungan sosial pada waktu mudanya bisa menjadi kurang aktif pada masa ini karena rasa kurang percaya diri.
4)    Dalam lingkungan pekerjaan, wanita pada masa ini sulit diterima apalagi yang mengutamakan penampilan fisik.
5)    Hubungan dengan anak dan suami yang semula dekat menjadi jauh karena anak sudah punya kesibukan sendiri serta suami kurang memperhatikan perubahan tersebut.
3.    Faktor yang mempengaruhi terjadinya menopause
Perubahan – perubahan fisik, psikologis, seksual dan sosial yang menyertai wanita pada masa menopause berbeda – beda, seperti diuraikan oleh Happy ( 1998) hal ini disebabkan oleh karena:
a.    Faktor Fisik
1)    Penurunan fungsi hormon oleh karena menurunnya fungsi ovarium.
2)    Status gizi, dimana seorang wanita dengan status gizi yang baik akan memperlambat timbulnya menopause.
3)    Menarche, dimana makin dini menarche terjadi maka makin lambat menopause timbul.
4)    Kesehatan umum, dimana wanita dengan penyakit kronis akan lebih cepat mengalami menopause.
b.    Faktor Psikologis
1)    Kematangan pribadi dimana kepribadian yang terintegrasi dengan baik akan mempengaruhi reaksi psikologis secara positif terhadap gangguan klimakterium.
2)    Pengetahuan, dimana dengan adanya pengetahuan yang cukup bagi seorang wanita tentang klimakterium akan memberi kekuatan bagi wanita tersebut untuk menghadapi klimakterium.
3)    Adanya perbedaan tanggapan wanita tentang menopause, dimana sebagian wanita masih menganggap menopause sebagai masa yang menakutkan, namun ada juga yang menganggap bahwa masa menopause adalah masa yang alamiah.
4)    Pekerjaan, dimana wanita dengan pekerjaan yang berat dan membutuhkan waktu banyak, kemungkinan akan memperberat masalah pada masa menopause sehingga akan menambah beban fisik dan psikologisnya.
c.    Faktor Sosial
Adanya pendapat masyarakat yang merugikan bahwa wanita yang telah memasuki masa menopause dianggap tidak berguna lagi karena sudah tidak bisa melahirkan anak lagi dan telah kehilangan daya tariknya sebagai seorang wanita.
4.    Proses terjadinya menopause
Proses terjadinya menopause disebabkan karena semakin tuanya ovarium sehingga fungsinya dalam memproduksi hormon estrogen menjadi menurun.
Proses menjadi tua sudah mulai pada umur 40 tahun. Jumlah folikel pada ovarium waktu lahir lebih kurang 750.000 buah, pada waktu menopause tinggal beberapa ribu buah. Tambahan pula folikel yang tersisa ini rupanya juga lebih resisten terhadap rangsangan gonadotropin. Dengan demikian, siklus ovarium yang terdiri atas pertumbuhan folikel, ovulasi dan pembentukan korpus luteum lambat laun berhenti.
Pada menopause terdapat penurunan produksi hormon estrogen  dan kenaikan hormon gonadotropin. Kadar hormon akhir ini terus tetap tinggi sampai kira-kira 15 tahun setelah menopause kemudian mulai menurun. Tinggi kadar hormon gonadotropin disebabkan oleh berkurangnya produksi estrogen sehingga native feed back terhadap produksi gonadotropin berkurang. Keadaan ini menurunkan rangsang pada hipotalamus dan hipofise. Penurunan kadar estrogen mempengaruhi organ- organ tubuh yang berada di bawah pengaruh estrogen ( Sarwono, 1997: 129  ).
5.    Perubahan dan tips untuk menyiasati masa menopause
Berikut beberapa perubahan dan tips untuk menyiasati masa menopause:
a)    Penurunan Kesuburan
Ini berkaitan dengan kualitas dari sel telur yang dihasilkan oleh tubuh seorang wanita. Proses ini dimulai sekitar usia 35 sampai 38, sekitar 10 sampai 15 tahun sebelum menopause terjadi.
Aturlah kehamilan Anda. Semakin tua saat mengandung, semakin besar resiko melahirkan bayi dengan ketidaknormalan genetik. Tetap gunakan alat kontrasepsi. Tidak berarti dengan penurunan kesuburan, Anda terlindung dari kehamilan.
b)    Perubahan Siklus Haid
Perubahan yang terjadi sangat bervariasi antar individu. Ada yang jarak antar siklusnya memendek, ada yang memanjang, ada pula pendarahan yang terjadi menjadi lebih banyak atau hanya sedikit (spotting). Bahkan sebagian wanita akan mengalami haid yang tiba-tiba berhenti dan tidak haid lagi untuk selamanya.
Bersikaplah tenang. Jika menemui perdarahan haid yang lebih banyak atau lama perdarahan yang lebih lama atau juga pendarahan yang terjadi antara masa haid, segeralah kunjungi dokter untuk mendapatkan tindak lanjut agar hal-hal yang berbahaya dapat dihindari.
c)    Hot Flashes
Gejala dari Hot Flashes adalah sensasi rasa hangat sampai panas sekujur tubuh yang terjadi secara mendadak terutama pada daerah dada, muka dan kepala sebagai akibat dari melebarnya pembuluh darah. Gejala-gejala lain yang mengikutinya seperti berkeringat, peningkatan jumlah nadi serta peningkatan detak jantung.
Berusahalah untuk mengenali dan menghindari hal-hal pencetus hot flashes ini seperti ruangan yang hangat, emosi, minuman panas, makanan tertentu, kopi, alkohol, rokok. Gunakan baju yang sejuk, gunakan kipas angin serta tidur di ruangan yang sejuk. Ketika hot flashes muncul, tariklah nafas yang dalam dan lambat untuk menenangkan diri Anda. Olah raga rutin dapat mengurangi stress atau dapat juga dengan meditasi, yoga atau pijat.
d)    Perubahan Emosional
Banyak hal-hal yang melatarbelakangi hal ini. Hot flashes sering kejadiannya berlangsung pada malam hari, yang menyebabkan wanita yang mengalaminya akan mengalami kesulitan tidur. Kurangnya waktu tidur ini dapat menyebabkan keletihan serta perubahan emosional seperti mudah marah. Perubahan hormonal juga ikut berpengaruh. Selain itu, banyak peristiwa kehidupan yang terjadi pada masa ini yang terjadi yang sedikit banyak juga berpengaruh, contohnya pertentangan dengan kaum muda, takut menjadi tua, pernikahan anak, persiapan masa pensiun bagi yang bekerja dan sebagainya.
Ikutlah aktivitas yang menyenangkan. Perbanyak kawan bicara. Makanlah secara teratur dan yang bergizi, kurangi lemak, alkohol dan kafein. Olah raga secara teratur. Cobalah teknik mengurangi stress seperti nafas yang dalam, meditasi. Lakukan aktivitas bagi diri Anda sendiri seperti pijat, manicure. Tidurlah yang cukup setiap malam. Tertawalah sebanyak-banyaknya . Carilah pihak-pihak yang berkompeten untuk membantu Anda.
e)    Perubahan Vagina dan Inkontinensia
Pada masa ini vagina akan memendek serta menyempit. Dinding vagina menjadi tipis dan kehilangan elastisitasnya. Gejala-gejala yang akan timbul seperti rasa panas, gatal, pendarahan serta sakit pada saat bersenggama. Sedangan pada saluran kemih akan timbul apa yang disebut inkontinensia, yang artinya pengeluaran urin secara tidak sadar atau ngompol. Hal ini dapat berdampak pada lingkungan sosial serta higienitas personal.
Untuk perubahan pada vagina : Gunakan vaginal moisturizer untuk melembutkan vagina. Gunakan lubrikan vagina yang bersifat larut air atau water-soluble untuk melembabkan vagina. Lakukan Pap's smear serta pemeriksaan kebidanan lainnya secara berkala.
Untuk inkontinesia : Atur jumlah minuman yang diminum secukupnya . Kurangi kafein dan makanan yang asam karena akan mengiritasi kandung kemih. Jaga kebersihan sehingga terbebas dari infeksi. Lakukan latihan otot dasar panggul (Kegel Exercise). Kurangi berat badan.
f)    Perubahan Aktivitas Seksual
Pada usia tua aktivitas seksual akan berubah pada kedua belah pihak pasangan, baik sang wanita maupun sang pria. Banyak faktor yang mendasarinya seperti, perubahan usia, hormonal serta kejiwaan masing-masing pasangan. Perubahan-perubahan yang terjadi meliputi berkurangnya respon seksual, aktivitas seksual yang menurun, hasrat seksual yang berkurang, pasangan seksual yang menjadi disfungsional (misal difungsi ereksi) dan sebagainya.
Perpanjang masa foreplay, hal ini akan memperpanjang orgasme. Ubah kebiasaan seksual Anda, misal dengan melakukan hubungan senggama pada pagi hari saat tingkat energi lebih tinggi. Lakukan pendekatan dengan pasangan Anda sehingga hubungan yang lebih baik dapat terbangun. Cobalah saling membantu dalam mengatasi masalah seksual masing-masing pasangan.
g)    Bertambahnya berat badan
Bertambahnya berat badan akan muncul akibat bertambahnya lemak dan berkurangnya massa otot tubuh. Selain itu detak jantung akan cenderung lebih cepat. Hal ini dicetuskannya antara lain oleh faktor hot flashes seperti yang telah dijelaskan di atas serta perubahan emosional. Sakit kepala pun akan ikut muncul pada wanita yang rentan terhadap perubahan hormonal. Serta hal-hal yang lain yang mengikuti dengan penurunan usia wanita tersebut.
Mengkonsumsi makanan gizi seimbang dengan rendah kalori. Olah raga secara teratur. Hindari pencetus stress. Lakukan hal-hal yang meredakan ketegangan. Minumlah air yang cukup. Gunakan sun-block untuk mencegah kanker kulit. Bila perlu konsumsi makanan tambahan.
h)    Menjaga vitalitas tubuh. Caranya, dengan mengonsumsi makanan yang kaya gizi. Selain itu, hindari makanan yang mengandung kolesterol dan lemak tinggi.
i)    Lakukan olahraga secara teratur dan terukur. Aktivitas olahraga ini akan membantu tubuh tetap bugar dan segar karena melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja optimal, dan membantu menghilangkan antioksidan yang berkeliaran di dalam tubuh.
Beberapa jenis olahraga yang bisa dilakukan pada saat menopause antara lain jalan cepat, dan senam. Bagi mereka yang berusia di atas 40 tahun, dianjurkan untuk melakukan senam aerobik dan senam osteoporosis.
Berpikir positif. Wanita yang baru atau belum lama memasuki masa menopause biasanya akan dirundung kegalauan dan kegelisahan. Mereka merasa sudah tidak cantik dan menarik lagi, sehingga takut ditinggalkan suami dan sebagainya. Ketakutan semacam ini justru akan makin memperburuk keadaan. Sebab pikiran negatif akan menimbulkan hal yang negatif pula.

No comments:

Post a Comment

 
Copyright © 2010 Askep Lengkap. All rights reserved.
Blogger Template by